Selasa, 07 April 2015

Gejolak di Nusakambangan


 http://yesfmcilacap.com/modules/news/images/506ea627b43f4.jpg


"Semua orang dari Kampung Laut dan Selok Jero yang mengunjungi penjara di Nusakambangan berasal dari jaringan tertentu. Kami telah melihat kehadiran mereka di Cilacap untuk beberapa waktu. Mereka bahkan memiliki rumah transit di kota Cilacap untuk menampung anggota yang datang dari daerah yang jauh, "kata Taufik.

Berikut laporan kegiatan radikalisasi di pulau penjara Nusakambangan keamanan maksimum di Cilacap, Jawa Tengah, polisi telah menyisir pulau dan menemukan pemukiman ilegal yang terdiri dari sebuah sekolah Islam berasrama (pesantren) dan sebuah masjid jauh di hutan.
Masjid dan pesantren yang digunakan untuk kegiatan oleh orang-orang dari luar Cilacap tanpa izin dari hukum dan hak asasi manusia pelayanan, yang memiliki otoritas atas pulau.

Ulung mengatakan ia memperingatkan pengurus masjid terhadap penyebaran garis keras ajaran, seperti Negara Islam (IS) gerakan.
Ulung juga mengatakan kepada Abu Tohari polisi tidak akan mentolerir setiap anggota kelompoknya terlibat di ADALAH.

"Kami menemukan masyarakat di lokasi di ujung barat pulau, disebut Selok Jero. Hal ini terletak cukup jauh dari kompleks penjara. Mereka telah membangun sebuah masjid dan akomodasi selama beberapa tahun terakhir. Masjid ini bernama Masjid Jami Al-Mujahidin, "Polisi Cilacap Ajun. Kombes. Ulung Sampurna Jaya, Senin.
Lokasi masjid dan pesantren relatif tersembunyi dan hanya bisa dicapai dengan rute yang sulit.

Polisi mempertanyakan anggota komunitas, dipimpin oleh Ustad Abu Tohari, yang telah dicurigai sebagai kelompok garis keras. Namun, polisi tidak menemukan tanda-tanda pelatihan senjata atau kegiatan radikalisasi sedang dilakukan.

Ketika dimintai konfirmasi, Hukum Jawa Tengah dan kepala Kantor Hak Asasi Manusia Mirza Zulkarnain, mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin apapun untuk kelompok untuk tinggal atau melakukan kegiatan di pulau.

Sebelumnya, bab lokal dari Nahdlatul Ulama - organisasi Muslim terbesar di negara itu - dan Agama Masyarakat Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) pemimpin di kabupaten Cilacap telah mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap kelompok melaksanakan kegiatan garis keras.

"Kami siap untuk membubarkan kelompok jika kita diperintahkan untuk melakukannya oleh pihak berwenang di Nusakambangan," kata Ulung.
Rumah-rumah pulau penjara pemimpin teroris Abu Bakar Ba'asyir dan Aman Abdurrahman serta terpidana mati Iwan Darmawan Mutho alias Rois dan Abdul Hasan - dua dalang pemboman Kedutaan Besar Australia di Jakarta tahun 2004.

Lembaga Analisis Kebijakan Konflik (IPAC) telah melaporkan bahwa IS pesan propaganda sedang diterjemahkan dan disebarkan di Indonesia oleh Aman Abdurrahman dari dalam penjara.
Menurut kepala bab Cilacap dari FKUB, Muhammad Taufik Hidayatulloh, kelompok tersebut tidak hanya ada di Selok Jero, tetapi juga di Kampung Laut, sebuah daerah dekat Nusakambangan.
Para anggota kelompok dilaporkan melakukan kunjungan ke narapidana teror dipenjara di Nusakambangan.

"Selain anggota staf penjara dan keluarganya, kami tidak mengijinkan orang lain untuk tinggal di Nusakambangan," kata Mirza The Jakarta Post.
Menurut dia, siapa pun selain yang disetujui, termasuk penghuni liar yang mendirikan peternakan atau mereka melakukan kegiatan keagamaan di Selok Jero, berada di pulau secara ilegal, dan kantornya akan mengambil langkah yang tepat dalam waktu dekat.